
Have a nice trip lady!!!
Don't forget Us.

Hari pertama masuk, The hottest isu is Money!
Kedua, fulus and santai aja Pak.
hari ini yang diomongin duit.
besok, duit.
lusa, duit.
besok-besoknya?
mungkinkah berubah topiknya?

Labuhan Batu
Itulah catatan awal yang diberikan oleh Mas Soendoro selaku operator untuk wilayah Sumatera tentang keluhan dari operator di Labuhan Batu. Ketika kami datang, semua staf Bina Program lengkap telah menunggu plus 5 orang operator. Belum kami tanya, sang Kasubdis sudah bercerita tentang kesulitan-kesulitan di dalam memproses data untuk NISN ini. Ternyata berbeda antara yang dikeluhkan ke mas Soendoro dengan yang kami terima. Artinya, jika data yang menurutnya sudah 19 kecamatan ini sudah terkumpul, itu artinya sudah hampir 90% data tersedia. Kenyataannya hingga detik ini baru 25 % yang tampil. Hm... saya coba tanya dengan operator sebagai ujung tombak pemrosesan data dapodik ini. Keluhan secara teknis tidak ada, sepertinya masalah non teknis saja.
Ada lebih dari 23 orang operator NISN di SUMUT yang telah kami jumpai. Kami selalu sempatkan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang pekerjaannya sebagai operator, khususnya operator Dapodik ini. Banyak cerita suka, akan tetapi akan lebih banyak lagi cerita pilu yang kita dapat. Umumnya para operator tersebut berstatus pegawai honor. Dapat kita bayangkan ekspektasi yang mereka tanamkan ketika menerima tawaran pekerjaan sebagai operator. Salah satu kepiluan mereka adalah ketika mereka bertukar pikiran dengan sesama operator dari kabupaten/kota lainnya. Tidak sedikit diantara mereka yang begitu terkejut ketika mendengar cerita manis kawan operator lain yang mendapat perhatian begitu besar dari para atasannya. Bahkan tidak saja perhatian moril, ada juga materil, yang memang sebenarnya sudah dianggarkan dari pusat. Tapi, cerita itu hanya cukup sampai di situ saja dikarenakan mereka tidak berani menanyakan pada atasannya. Mereka hanya memendam rasa terkejut mereka dalam-dalam dan setahu saya tidak pernah mengeluarkan sumpah serapah. Sungguh mulia.
Sepertinya pemerintah harus mulai memikirkan cara-cara penyaluran dana yang lebih efektif lagi. Sebagai contoh, dapat meniru cara-cara yang dilakukan pada pengumpulan data NUPTK, dimana operator langsung menerima imbalan hasil keringatnya. Pada umumnya operator NUPTK merasa puas akan cara ini.
Sebagai pribadi, saya hanya dapat membesarkan semangat mereka untuk terus bekerja dengan semangat tinggi. Disamping itu, tentunya kita harus berserah pada yang di atas sana yang maha mengetahui, Sang Pemilik Alam Semesta Raya ini. Maju terus operatorku sebagai ujung tombak Dapodik. God Bless You!
Senin, 10 Desember 2007, Nomat! Yes… nonton 21 bayarnya separo. Maunya nonton Quickly Express di Medan Plaza, Cuma pasti macet dan bayar ojeknya dah ceban trus tiketnya 12 ribuan. Hm…. Jigow juga jadinya, rugi ah… baik pergi ke
Kelihatannya film gokil nih. Ga tahunya lumayan gokil khas anak remaja. Lumayan bisa ngeliat sexy-nya Jessica kan jadi ga penasaran.
Sebuah buku tulisan pemenang Noble 2006, Muhammad Yunus dari Bangladesh Dekan Fakultas Ekonomi di Chittagong University sekaligus pemimpin Grameen Bank. Buku ini saya beli di gramedia. Begitu melihat di etalase, ga perlu mikir dua kali untuk membelinya. Pasti bagus. Ternyata baru membaca resume dibelakangnya saja sudah merangsang saya untuk segera membacanya. Tapi, nanti dulu, harus cari hari yang tepat untuk membacanya. Biar enjoy pikiran harus dikosongkan dari segala gangguan khususnya Dapodik. Sekarang yang penting buku dah di tangan sambil kembali mengingat-ingat Noble Award pada 2006, dimana presiden SBY menjadi salah satu nominatornya. Hmm...
Foto tempat duduknya seperti ini nih… asikkan? Hm....