Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Sunday, June 08, 2008

Speedy = Speed? Hm....


Kali ini kembali saya mengomentari produk Telkom, setelah sempat mengomentari Telkomnet Instan. Broadband akses, Speedy namanya. Kalau sekarang kita lihat di TV, iklan tentang Speedy ini sangat menarik dan inovatif. Sory banget ini bukan lantaran saya ikut final lomba di Speedycompetition, jadinya memuji ;) He...he...he ... *tuh lihat banner di bawah ini*


Secara jujur saya sendiri belum berlangganan Speedy, tetapi apalah artinya *ngomong sambil sesegukan sedih membela diri karena belum pasang*, bagi saya tak masalah *sambil berharap dapat hadiah langganan Speedy gratis wakakaka...*, karena tempat saya bekerja di Dinas Pendidikan Kotabaru, adalah salah satu node dari Jardiknas. Itu artinya kami juga memakai produk Telkom yang lain. *teriak yang keras: "Hidup Telkom"*


Awalnya, ketika ada promo Speedy di Telkom Kotabaru, saya sudah mengajukan pendaftaran untuk menikmati si Speedy, ternyata sepertinya petugas di Front line-nya kurang siap. Hingga akhirnya hingga beberapa bulan kemudian saya tidak juga mendapatkan kejelasan tentang aktualisasi program Speedy ini. Sekitar bulan September 2007, saya harus bertugas di Sumut sebagai Konsultan di Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. Itu artinya gagallah saya melihat dan menikmati keberadaan Speedy pertama kalinya di Kotabaru.


Finally, di Sumut inilah saya mulai berkenalan dengan si Speedy. Saya berkeliling Sumut untuk memeriksa koneksi Jardiknas yang mengalami permasalahan. Ketika harus mengirim laporan ke Posko Jardiknas, mau tak mau saya harus ke Warnet. Warnet inilah yang memakai Speedy. Cuma, luambat sekalee.... Untunglah secara teknis saya memahaminya sedikit, kelambatan bukan karena Speedy-nya, melainkan karena jumlah client dari network warnet tersebut yang over quota. Alhasil, saya agak sedikit mengeluh akan produk ini. Hey, why men? Embuh... seharusnya kan yang disalahkan kan pihak warnet yang telah memaksa menshare koneksi untuk begitu banyak client. Walah pokoknya, YGD (yah gitu deh).


Tiga bulan di Sumut dan selalu harus masuk warnet untuk kirim laporan dan Speedy aksesnya. Secara umum kesan yang saya dapat, yah... maaf.... agak lambat. Walaupun kesalahan bukan pada Speedy-nya akan tetapi itulah efek dari bisnis warnet yang muaranya pasti perhitungan untung rugi. Kesan masyarakat pengguna warnet, "Akses pakai Speedy lambat!" :((


Jadi, menurut saya agar Speedy menjadi lebih speed dalam segala hal menurut saya harus dilakukan sebuah kebijakan dari Telkom. Salah satu kebijakan tersebut adalah Speedy agar diturunkan harganya agar lebih merakyat. Walaupun sekarang sudah ada paket personal yang 200 ribuan, tapi tetap masih cukup mahal bagi masyarakat kebanyakan apalagi di Indonesia belum Internet minded alias masih banyak yang BI (Buta Internet). Selain itu, Telkom harus berani menyediakan akses Speedy gratis di pusat-pusat keramaian, sebagai perbandingan di Busan, Korea, saya merasakan keberadaan koneksi internet dari Korea Telkom di tempat-tempat strategis dan gratis. Ingat, pesaing tumbuh begitu banyak dengan layanan yang lebih baik *maaf ngga mau nyebutin pesaingnya takut disangka promo ;)he...he...he*.

Maju terus Telkom. Speedy be The Fastest!!!

Monday, December 17, 2007

Labuhan Batu

labbatu

Labuhan Batu

  • Format masih banyak harus diedit, dan masih masih melakukan proses pengeditan di tanggal lahir
  • Sekolah yang sudah terkumpul datanya sudah 19 kecamatan, dan yang belumnya 3 kecamatan
  • Mereka mengharapkan sekali kedatangan konsultan untuk membantu secara teknisnya

Itulah catatan awal yang diberikan oleh Mas Soendoro selaku operator untuk wilayah Sumatera tentang keluhan dari operator di Labuhan Batu. Ketika kami datang, semua staf Bina Program lengkap telah menunggu plus 5 orang operator. Belum kami tanya, sang Kasubdis sudah bercerita tentang kesulitan-kesulitan di dalam memproses data untuk NISN ini. Ternyata berbeda antara yang dikeluhkan ke mas Soendoro dengan yang kami terima. Artinya, jika data yang menurutnya sudah 19 kecamatan ini sudah terkumpul, itu artinya sudah hampir 90% data tersedia. Kenyataannya hingga detik ini baru 25 % yang tampil. Hm... saya coba tanya dengan operator sebagai ujung tombak pemrosesan data dapodik ini. Keluhan secara teknis tidak ada, sepertinya masalah non teknis saja.

Akhirnya saya tahu permasalahannya pada saat workshop ke-2. FOKUS!!! Yah .... fokus pekerjaan yang belum jelas mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Operator berjumlah 7 orang pun ternyata menjadi tidak berarti jikalau tidak ada kefokusan dalam menentukan skala prioritas pekerjaan. Saya sudah laporkan hal ini pada Pak Fahruddin Lubis sebagai Kasi di Disdikprop untuk memecahkan masalah ini.mudah-mudahan pada workshop ke-3 di Hotel Danau Toba nanti akan menghasilkan kesepakatan para Kadisdik untuk melakukan percepatan Dapodik agar mencapai 90% sebelum hari Natal. Semoga.

Friday, December 14, 2007

Operator NISN dulu, kini dan nanti

spring
Berpose di Hot Spring Pinggiran Danau Toba, Samosir

Ada lebih dari 23 orang operator NISN di SUMUT yang telah kami jumpai. Kami selalu sempatkan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang pekerjaannya sebagai operator, khususnya operator Dapodik ini. Banyak cerita suka, akan tetapi akan lebih banyak lagi cerita pilu yang kita dapat. Umumnya para operator tersebut berstatus pegawai honor. Dapat kita bayangkan ekspektasi yang mereka tanamkan ketika menerima tawaran pekerjaan sebagai operator. Salah satu kepiluan mereka adalah ketika mereka bertukar pikiran dengan sesama operator dari kabupaten/kota lainnya. Tidak sedikit diantara mereka yang begitu terkejut ketika mendengar cerita manis kawan operator lain yang mendapat perhatian begitu besar dari para atasannya. Bahkan tidak saja perhatian moril, ada juga materil, yang memang sebenarnya sudah dianggarkan dari pusat. Tapi, cerita itu hanya cukup sampai di situ saja dikarenakan mereka tidak berani menanyakan pada atasannya. Mereka hanya memendam rasa terkejut mereka dalam-dalam dan setahu saya tidak pernah mengeluarkan sumpah serapah. Sungguh mulia.

Sepertinya pemerintah harus mulai memikirkan cara-cara penyaluran dana yang lebih efektif lagi. Sebagai contoh, dapat meniru cara-cara yang dilakukan pada pengumpulan data NUPTK, dimana operator langsung menerima imbalan hasil keringatnya. Pada umumnya operator NUPTK merasa puas akan cara ini.

Sebagai pribadi, saya hanya dapat membesarkan semangat mereka untuk terus bekerja dengan semangat tinggi. Disamping itu, tentunya kita harus berserah pada yang di atas sana yang maha mengetahui, Sang Pemilik Alam Semesta Raya ini. Maju terus operatorku sebagai ujung tombak Dapodik. God Bless You!

Thursday, December 06, 2007

Ngegaya Ah...

SUMATRA VILLAGE

Ngegaya sehabis presentasi. Boleh dong.... untuk foto yang lain silahkan akses di www.flickr.com/photos/manrudi

Saturday, December 01, 2007

Narasumber Juga Manusia

Suasana sehabis sesi saya

Pada workshop di Sumatera Village saya mendapat kehormatan menjadi keynote speaker dengan materi Dapodik dan tentunya tentang NISN. Acara seharusnya mulai pukul 08.30 wib, ternyata sampai menjelang waktunya tidak terlihat seorang panitiapun di Singkarak Room tempat pelaksanaan workshop. Sementara peserta dah siap. Saya coba berkomunikasi menjalin keakraban dengan mereka yang kebanyakan sudah saya kenal karena saya sudah pernah mengunjungi tempat mereka. Sampai jam 10.00 wib barulah acara dimulai setelah saya cari in focus dan kelengkapannya plus pasang listrik sendiri. hehehe... klo menurut Ibu Kasubdis yang ...hmmmm... honornya bisa double banget nih. Sebagai Narasumber, teknisi dan pembawa acara, wah.... bisa kalah perolehan Si Boy di Malang sana. Acara berlangsung hangat dan tentunya terjadi komunikasi dua arah yang sengit. Syukurlah itu juga harapan saya. Acara selesai mendekati waktu makan siang, tapi apa daya sebagian peserta masih mengajukan permasalahan dan minta soft copy presentasi saya. Alhasil mulut kering banget.

Segelas air putih untukku

Ketika ruangan mulai sepi, karena para peserta take a lunch, saya menuju meja snack untuk mendapatkan minuman teh and camilan lah, capek juga boy.... but oh gosh... mejanya hanya tinggal gelas kotor dan sisa-sisa tisu. Hmm.... ini Medan Bung. Awas dalam hati saya nanti pada break berikutnya akan saya dahului mereka mengambil cemilan. Akhirnya walaupun gak jadi yang pertama dapat cemilan, jadilah, it's ok, yang penting ga kehabisan lagi.

Untung si Boy ga ikut, klo ikut bisa merepet dia. Apalagi kalau dia tahu waktu saya ditertawakan panitia waktu saya cerita ga dapat minum dan snack. Mereka bilang, "Bah, harusnya Bapak cepat-cepatlah mengambilnya. Itulah akibatnya!". ;) ting (ikutan gaya mba Dewi)

Friday, November 23, 2007

Madina, Humhas, Negri Awan


madina

Madina singkatan dari Mandailing Natal, adalah sebuah kabupaten paling selatan di Sumatera utara dan berbatasan langsung dengan Sumatera Barat. Menjadi daerah yang menjadi perlintasan bus-bus yang akan menuju ke Jawa. Ramai pastinya. Sayang pencapaian NISN-nya hingga 17 Nop 07 adalah NOL.Padahal Sewaktu workshop di Medan, saya telah berbicara dengan operatornya, baik untuk Jardiknas maupun NISN. Entah mengapa hal ini tetap terjadi.

Sampai di Panyabungan, ibukota kabupaten Madina, pukul 8.00 wib. hanya diperlukan watu 2 jam saja dari kota Sidempuan. Panyabungan kota yang cukup ramai, koneksi jardiknas di sini menggunakan vsat dan di share ke SMKN 1 Panyabungan. Secara geografis jelas Madina tidak seharusnya NISN-nya masih NOL.Ini artinya faktor non teknislah permasalahannya. Ketika sampai di kantor disdik, kami menemui Kasi datanya. Sayang beliau sama sekali tidak faham mengenai NISN. Beliau nampak sekali kebingungan. Jalan sana-sini mirip setrikaan. Lama kami ditinggalkan diruangannya. Selanjutnya beliau masuk kembali bersama seorang pengawas SLTA. Pak Pengawas inilah yang bercerita panjang lebar keadaan pendidikan di Madina ini, khususnya di bidang SDM nya. Menurut beliau ternyata kota sebesar Panyabungan ini masih kesulitan mendapatkan orang yang mampu mengoperasikan komputer (?)

Secara umum keberadaan kami di Madina boleh dikatakan tidak menghasilkan sesuatu yang berarti, karena operator NISN sedang berada di Medan, sementara yang lain sama sekali TIDAK tahu tentang NISN. Semua data ada di laptop sang operator.Sebelum kami undur diri, sang pengawas berjanji untuk menemui kami di Medan dengan membawa serta sang operator. Seperti biasa, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah kami tak berharap banyak akan janji ini.

follow up:
1. Ternyata sang pengawas berhasil membawa dengan paksa sang operator menemui kami di Medan. saat itu saya tanya apa masalahnya hingga pencapaian NISN-nya masih NOL. Sayang jawaban yang diberikan kurang nyambung. Saya coba menawarkan bantuan untuk memproses data, ternyata sang operator tidak mau dengan alasan yang unik. Saya coba bicara dengan sang pengawas, lalu dibujuknyalah sang operator agar mau menyerahkan beberapa data sekolah. Nampak dengan berat hati sang operator mau memberikan kepada saya.
2. Data yang kami terima ternyata masih mentah sekali, hingga hari ini kami masih memprosesnya.
3. Angka NOL belum pecah hingga hari ini, sepertinya kami harus mendatangi kesana lagi dan langsung bertemu dengan kepala dinas saja.

asima-dosa

Humbang Hasundutan (Humbahas)
Sama dengan Madina yang masih NOL.Ibukota kabupaten ini adalah Dolok Sanggul, terletak dibukit dekat Danau Toba, berudara sejuk dan cenderung dingin. Tiga jam perjalanan dari Sidikalang, Dairi, Operatornya seorang wanita. Begitu kami sampai dikantor disdik pukul 08.00 wib, kami langsung diceramahi olehnya (heheheh...). Lumayan sarapan kedua. Temuan:
1. Data masih NOL menurut operator dikarenakan kesalahan pusat dengan memberikan NPSN yang salah,
2. Data menurutnya sudah lengkap, sayang begitu kami ingin lihat di PC-nya sejak pagi hang kata sang operator yang sangat murah kata ini (hehehe.... lagi),
3. Bu Anas mencoba menjelaskan tentang sistem uploader yang baru, baru bicara sedikit eh... sudah dijawab dengan nada optimis, "pastilah saya paham, saya ini kan Sarjana Komputer pasti saya bisa memahaminya sistem yang baru ini". (Heheheheheheheh......lagi). Kali ini Jeng Anas kena batunya (wakakakakaak .....).
4. Sebagian data saya coba copy untuk membantunya, dengan sedikit membujuknya, akhirnya ia mau mengcopykannya, sayang setelah sampai Medan data tersebut tidak lengkap dan perlu kerja keras untuk membenahinya,
5. Hingga saat ini ternyata pencapaian NISN-nya masih NOL, diluar perkiraan kami. Mungkin kami harus bertemu dengan sang operator lagi, tapi kali ini kami harus punya strategi yang jitu untuk meredam semburannya. Sepertinya saya harus belajar ke Fredy Muli, pelatih PSMS Medan nih.

Itulah sebabnya untuk kedua kabupaten ini saya menyebutnya Negeri di Awan, tinggi dan sulit untuk menangkapnya, yang satu operatornya terlihat (maaf) agak lemah sementara yang satunya lagi terlihat tinggi sekaleeeeee.....

Wednesday, November 21, 2007

From Tapanuli with Love

taput

Tapanuli Utara pencapaian NISN sampai 17 Nop 07 = 78,19 %.
Sampai di Kantor disdik Taput, Tarutung, pukul 15.30 wib. Hujan lebat sekali sepanjang perjalanan dari Balige, Tobasa. Disambut oleh Kasi Data, Saiben Sitorus dan penanggungjawab NISN, Pardede. Operator ada dua orang, yang utama adalah Rida. Temuan:
1. Terjadi tarik menarik kepentingan antara bagian data dengan bagian dikmen.Mereka sama-sama merasa paling berhak menangani dapodik. Jelas kalau sudah begini bukan porsi kami. Satu hal, pengolahan data nisn berjalan lancar, karena operator dan penanggungjawab trus jalan tanpa terpengaruh konflik.
2. Ada beberapa permasalahan file yang diterima berukuran besar, padahal seharusnya kecil saja. Langsung kami trasfer menggunakan Linux Mandriva. caranya file tersebut dibuka dengan open office lalu disimpan dengan format .ods Selanjutnya kita buka kembali dan di save as dengan type file excell 1997/xp. Beres.
3. Secara teknis tidak ada permasalahan yang berarti di Taput. Kekurangan 12 % disebabkan karena belum terkumpulnya data dari sekolah-sekolah yang jauh dari kota.

tapteng

Tapanuli Tengah pencapaian NISN sampai 17 Nop 07 = 31,53%.
Sampai di Pandan, pukul 10.00 pagi sehabis dari Sibolga. Langsung kami mencari Kasi data. ternyata beliau tak tahu sama sekali tentang dapodik ("Setitikpun aku tak tahu tentang ini!" katanya. :) beliau langsung menunjuk Ka Tu, karena Kadis sedang tak berada di tempat. Ternyata di sini Ka TU (maaf) sangat berperan. Kami bicara sebentar lalu dipanggillah kasi diklusepora (?). Ternyata beliau itu sebagai pengelola dapodik. Lalu coba kami tanya tantang perkembangan dapodik... agak tersendat-sendat jawabannya.Kami langsung tanya siapa operatornya, ditunjuknya seorang ibu yang ternyata juga kebingungan (kok saya yang
ditunjuk? begitu pikirnya ...:)) Akhirnya, kami tak mau buang waktu maka kami ajarilah si ibu tersebut uploader NISN dan segalanya. 2 jam waktu yang dibutuhkan untuk mengajarinya.Sepertinya mulai paham. Sementara Ka TU sudah pamit meninggalkan kami begitu kami mulai detail bertanya NISN.Satu hal, karena emosi sudah bermain, kami menjadi lupa untuk mencatat nama si operator dan pengelola nisn :(, karena sebenarnya, pagi tadi sewaktu di Sibolga, kami sangat ditahan untuk belum boleh pergi oleh kasubdisnya
untuk berdiskusi tentang ict, tetapi kami beralasan hendak ke Tapteng. Pastinya:
1. Data-data yang terkumpul masih jauh dari harapan. Untuk mempercepatnya sebagian kami bawa untuk dibantu mengedit dan mengupload dari medan.
2. Pemahaman tentang dapodik masih perlu ditingkatkan.

Tapsel

Tapanuli Selatan pencapaian NISN sampai 17 Nop 07 = 4,77%.
Menjelang Magrib sampai di Padang Sidempuan,Tapsel, setelah sebelumnya di KotaSidempuan. Mereka memaksa malam ini, karena esoknya Kota Sidempuan akan melaksanakan Pilkada dan libur total, ini berimbas pula ke Kabupaten Tapsel. "Semalam-malamnya Kami tunggu"
kata mereka.Operator dan Kasi data telah kami kenal sewaktu workshop di Medan. Seperti yang sudah mereka jelaskan sebelumnya, bahwa mereka tidak tahu akan NISN ini. Jadi, mereka secara kilat sudah membentuk tim nisn dan langsung bekerja. Inilah hasilnya 4,77 %. Temuan:
1. Menurut mereka, mereka belum menerima dana blockgrant untuk NISN ini. Sesudah dikonfirmasi ke Pak Cucu oleh Bu anas, diinformasikan bahwa semua dana BG sudah didistribusikan. Selanjutnya kami minta nomor rekening mereka untuk konfirmasi.
2. Data yang diterima banyak dalam bentuk disket dan tak dapat terbaca.
3. Lokasi sekolah sebagian terletak di perbatasan Riau, perlu 2 hari 2 malam untuk mencapainya.
4. Tim yang dibentuk sangat bersemangat, sayang untuk menjemput data mereka terkendala dana.

Pandangan umum:
untuk daerah Tapanuli ini, ternyata terjadi hal yang sama dengan sebagian besar kabupaten/kota lain di sumut.
1.terjadinya pergantian pimpinan, mengakibatkan pula perubahan sampai ke tingkat grassroot. Faktor non teknis seperti(maaf), kerabat, like and dislike sangat kental dalam menentukan pengelola dan operator nisn, sehingga kemampuan teknis tidak menjadi faktor yang dianggap perlu.
2. Jarak antara kecamatan dan kota masih sangat jauh,terkadang pegawai KCD(kantor cabang dinas)pun tak pernah sampai ke lokasi.
3. Banyak sekolah belum memiliki komputer, sehingga pengetikan data di upahkan. Furthermore, penjual jasa pengetikan mengetik sesuai seleranya yang tak sesuai dengan format(excell) seharusnya. Operator nisn-nya??? Pasti pusing 7 keliling menerimanya. Oya kejadian ini di Balige (Tobasa), kami melihat sendiri, ada sebuah sekolah SMA memberikan laporan dengan cara ditulis tangan!!!! Kepseknya mengatakan bahwa mereka belum memiliki sebuah mesin tik sekalipun.

Wednesday, November 07, 2007

Dari Langkat, Sumut

Kabupaten Langkat,
Setelah bermain "pingpong" sana-sini dan tidak tahu kapan akan berakhir karena tak ada Subdis/bagian Program/Data, akhirnya kami menghadap Kadis Ibu Hj. Azizah M. Seif, M.Pd. Kami menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami, tak lama kemudian dihadirkan kasubdis dikmen, Sukri Usman.Kami kembali menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan... masih belum nyambung. Duh... :( Akhirnya dihadirkan kasi dikjur, Pak tintang. Kami jelaskan kembali, dan nyambung dikit. Setelah itu menunggu orang yang bertugas mengirim cd data siswa, Pak Takat. 2 jam berlalu, tak ada berita. Akhirnya kami mengingatkan kembali pada Pak Kasubdis Dikmen akan janjinya menghadirkan Pak Takat.Telp sana-sini masih gagal :((

Akhirnya mendekati jam 2 siang, kami ditemui oleh Pak Bonaji Subroto, yang baru diserahi tugas menangani Jardiknas. Kami jelaskan maksud dan tujuan kami, nyambung dikit. Untuk sementara dipending dulu karena kami akan ditraktir makan siang :)

foto Jeng Anas been waiting for Kadis

Jam 2.45 kembali ke dinas, lalu ditemukan ke Kasi SMA, Pak D. Anang Wibowo, tak lama Pak Takat datang. Kami duduk bersama untuk membahas apa itu dapodik, ternyata hingga saat ini tak ada seorangpun yang bertanggung jawab sebagai kontak person ataupun operator Dapodik!

Saat itu juga kami lakukan musyawarah dan diputuskan untuk membentuk Tim Dapodik dan dicari personnya untuk diajukan ke kadis esok pagi. Pukul 3.30, kami diminta untuk melihat ruang ICT sekaligus mencoba koneksi Jardiknas yang baru beberapa hari terpasang. Berhasil.
Langsung kami tunjukan web NISN, NSPN dan Uploader lalu menjelaskannya untuk pertamakali bagi mereka.

Kesimpulannya di Langkat sbb:
1. Tak adanya bagian program/data membuat dapodik tak tertangani.
2. Operator yang mengikuti pelatihan dapodik ternyata tidak mengaplikasikan hasil pelatihannya, ini terbukti tak ada entry data yang dilakukan. Hal ini sangat biasa menurut mereka, karena orang yang dikirim pelatihan akan berbeda dengan orang yang akan mengerjakannya. Meminjam istilah mereka "Orang yang pergi pelatihan ya itu-itu saja, tapi kerja ga tau!"
3. Pencapaian data 24 % di web merupakan hasil sistem lama dengan cara mengirim data melalui cd ke jakarta, selanjutnya mereka anggap selesai, padahal sekarang sudah ada webuploader,
4. Koneksi jardiknas baru 1 pc dan di share ke ICT SMKN 1 Stabat yang belum mempunyai client (sesuai penjelasan kepseknya),
5. Mempunyai 4 orang mahasiswa TKJ,
6. Direncanakan kami akan tinggal disana untuk membantu edit dan entry data seperti yang kami lakukan di simalungun.

cheers,
Anastasya M.
I Nyoman Rudi

Tuesday, October 30, 2007

Medan Bung!!!


Panas banget. Sampai di Polonia jam 09.30 am, langsung disambut hawa yang gerah, terus istirahat makan, habis ga sempet sarapan dari Bogornya. Santai sejenak, trus telp kawan Amda Maria Latul, Ka TU SMK telkom Sandiputra, Banjarbaru yang sekarang dah jadi Kepsek SMK Sandiputra 2 Medan. hebat kamu dah!!!

Cari kos-kosan keliling dengan satpam SMK si Irsan, sampai malaem ga dapat-dapat. Ada sms masuk dari Nur Jannah siswa kelas 2 MM, nanyakan tugas. yah saya suruh lihat di web aja tentang keberadaan saya. Moga-moga mereka baik-baim aja selama saya tinggal. Rajin belajar yah students.

Pagi ini menghadap ke Diknas Prop Sumut, ketemu pak Fahrudin trus ketemu petugas ICT, wah semoga lancar-lancar aja setelah mendengar cerita keadaan Medan.

Salam dari Medan, Horas.

Tuesday, September 18, 2007

Join With Google Adsense

Since I read a book "How Got Money with Google AdSense", I have a big hope in my life. I hope Google will accept me to join in this program. God please help me!!

Tuesday, August 07, 2007

I'net Gratis Telkom Kotabaru

Hari ini nyoba program internet gratis di Kantor Telkom Kotabaru. Phewww.. luambat sekaleee.. (udah gratis nggrundel..!!) Rencana mo ngirim presentasi William Stalling (Kuliah Pak Kus) ke Iwan. Lamanya bikin asoy. Ni coba ngirim file 0,98 MB gagal trousss..
Banyak yang eror, padahal klo dilihat speed 52,0 kbps. Kurang apa? padahal klo di rumah cuma 33 kbps (dial-up telkomnet). Kirain pake yang bandwidth gedean ga taunya pake dial up.
Udah dulu ah.