Sunday, June 08, 2008

Speedy = Speed? Hm....


Kali ini kembali saya mengomentari produk Telkom, setelah sempat mengomentari Telkomnet Instan. Broadband akses, Speedy namanya. Kalau sekarang kita lihat di TV, iklan tentang Speedy ini sangat menarik dan inovatif. Sory banget ini bukan lantaran saya ikut final lomba di Speedycompetition, jadinya memuji ;) He...he...he ... *tuh lihat banner di bawah ini*


Secara jujur saya sendiri belum berlangganan Speedy, tetapi apalah artinya *ngomong sambil sesegukan sedih membela diri karena belum pasang*, bagi saya tak masalah *sambil berharap dapat hadiah langganan Speedy gratis wakakaka...*, karena tempat saya bekerja di Dinas Pendidikan Kotabaru, adalah salah satu node dari Jardiknas. Itu artinya kami juga memakai produk Telkom yang lain. *teriak yang keras: "Hidup Telkom"*


Awalnya, ketika ada promo Speedy di Telkom Kotabaru, saya sudah mengajukan pendaftaran untuk menikmati si Speedy, ternyata sepertinya petugas di Front line-nya kurang siap. Hingga akhirnya hingga beberapa bulan kemudian saya tidak juga mendapatkan kejelasan tentang aktualisasi program Speedy ini. Sekitar bulan September 2007, saya harus bertugas di Sumut sebagai Konsultan di Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. Itu artinya gagallah saya melihat dan menikmati keberadaan Speedy pertama kalinya di Kotabaru.


Finally, di Sumut inilah saya mulai berkenalan dengan si Speedy. Saya berkeliling Sumut untuk memeriksa koneksi Jardiknas yang mengalami permasalahan. Ketika harus mengirim laporan ke Posko Jardiknas, mau tak mau saya harus ke Warnet. Warnet inilah yang memakai Speedy. Cuma, luambat sekalee.... Untunglah secara teknis saya memahaminya sedikit, kelambatan bukan karena Speedy-nya, melainkan karena jumlah client dari network warnet tersebut yang over quota. Alhasil, saya agak sedikit mengeluh akan produk ini. Hey, why men? Embuh... seharusnya kan yang disalahkan kan pihak warnet yang telah memaksa menshare koneksi untuk begitu banyak client. Walah pokoknya, YGD (yah gitu deh).


Tiga bulan di Sumut dan selalu harus masuk warnet untuk kirim laporan dan Speedy aksesnya. Secara umum kesan yang saya dapat, yah... maaf.... agak lambat. Walaupun kesalahan bukan pada Speedy-nya akan tetapi itulah efek dari bisnis warnet yang muaranya pasti perhitungan untung rugi. Kesan masyarakat pengguna warnet, "Akses pakai Speedy lambat!" :((


Jadi, menurut saya agar Speedy menjadi lebih speed dalam segala hal menurut saya harus dilakukan sebuah kebijakan dari Telkom. Salah satu kebijakan tersebut adalah Speedy agar diturunkan harganya agar lebih merakyat. Walaupun sekarang sudah ada paket personal yang 200 ribuan, tapi tetap masih cukup mahal bagi masyarakat kebanyakan apalagi di Indonesia belum Internet minded alias masih banyak yang BI (Buta Internet). Selain itu, Telkom harus berani menyediakan akses Speedy gratis di pusat-pusat keramaian, sebagai perbandingan di Busan, Korea, saya merasakan keberadaan koneksi internet dari Korea Telkom di tempat-tempat strategis dan gratis. Ingat, pesaing tumbuh begitu banyak dengan layanan yang lebih baik *maaf ngga mau nyebutin pesaingnya takut disangka promo ;)he...he...he*.

Maju terus Telkom. Speedy be The Fastest!!!

1 comment:

  1. Aloo Pak Rudi, sorry kemaren gak sempat nyamperin dan ngasih selamat, mudah-mudahan selamat yang saya layangkan di blog bapak ini belum terlambat...heheehe....

    sukses selalu buat pak rudi, gak sia-sia jauh2 dari Kotabaru, tapi ada hasil nya..bawa oleh2 kemenangan...:), no tlp pak rudi brp ya ? (kalau boleh) jadi kita bisa kontak2 dan berbagi informasi....

    ReplyDelete

Be a good person, please!!